Wednesday, June 9, 2010

Om Jawab Suka-Suka 9: Grab Your Dreams! Another Story of Cinderella!

 "A Dream can be a Reality,
When You Keep Giving Your Best
to Make it True."

Kita semua senang bermimpi. Bukan hanya ketika kita lagi asyik nungging di kasur, sembari mulut kita tengah asyik 'menggambar' peta dunia. Namun, bahkan ketika kita sedang seru mengarungi dunia nyata, kadang imajinasi dan impian sering menculik kita entah ke mana. Ke suatu hal yang jauh di dalam hati kita inginkan, mungkin. (Kalo Spongebob, mungkin bilang bgini: "Imajinasiiii")


Owhgay, lanjut. Bisa jadi kita b'imajinasi atau b'mimpi untuk pergi ke suatu tempat yang asyik dan b'petualang di sana. Bisa juga kita b'andai-andai jika kita menjadi seorang pahlawan yang berhasil membersihkan negeri ini dari segala bentuk kejahatan. Atau hal yang simple saja, seperti b'angan-angan bahwa kita tengah b'asoy geboy b'sama orang-orang t'kasih. Aseekkk! Haha..

Ga jarang dari kita, kadang memulai b'usaha untuk meraih impian. B'usaha untuk mewujudkan hal-hal yang kita impikan. Mulai dari yang kecil sampai yang besar. Mulai dari ketika kamu 'ngidam' makan yang ga biasa, akhirnya kamu pergi ke toko bunga dan beli bunga mawar buat dicemilin. Mulai dari kamu mimpi menjadi seorang Superman yang membasmi kejahatan di dunia ini, sampai kamu wujudkan mulai dari b'dandan mengikuti costume-nya dulu. Ya, kamu mulai memamerkan celana dalam merah di luar celana panjang biru super ketat yang kamu kenakan. Handuk merah b'kibar di punggungmu. Bagimu, usahamu itu adalah wujud dari langkah awal untuk mencapai impian. Meski bagi aparat keamanan itu adalah kejahatan. Jangan khawatir, tetaplah kejar impianmu..
Dreaming to be an American Footbal Player. Having the Ball is the First Step for Him to reach his dream.
Mungkin dua contoh extreme di atas adalah contoh yang salah. But, Could be much better than any other people who don't brave enough to make their dreams come true. Dan sekedar pemberitahuan, Om gag ngerti itu grammar bener apa salah. Hahaha..

Sekali lagi, Om katakan: Kita senang b'mimpi. Ga t'kecuali siapa pun. Supir angkot yang tiap kali menyisir jalanan yang sama, tukang ojek yang mangkal deket rumahmu, atau tukang sate yang sering lewat di depan rumahmu, bahkan anak kecil yang sedang ngeces liatin mainan di mall. Ya, semua manusia adalah pemimpi. Karna pada kenyataannya, manusia adalah pemimpi dan semua hal yang dibuat manusia adalah hasil dari mimpi atau imajinasi manusia. Namun, dari kesemua pemimpi itu, berapa banyak yang berani mengejar impian yang besar? Berapa banyak dari mereka yang berani memperjuangkannya? Banyak dari kita yang b'henti sampai di b'mimpi saja. Tidak cukup berani untuk 'usaha. Malas untuk b'usaha. Pasrah dan Pesimis.

Sekali lagi, tanpa bosan, Om katakan: Kita semua senang b'mimpi. Ga t'kecuali siapapun. Even Cinderella, from a dusty attic, still dreaming and chasing her dreams to live in a castle with a prince in shining armor. Coba bayangkan jika Cinderella hanyalah seorang gadis pemimpi, yang tidak berani b'usaha, malas, pasrah dan pesimis. Mungkin ceritanya akan jadi seperti ini:

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis yang malasnya minta ampun, pasrah, dan pesimis. Nasib buruk menimpanya ketika ayahnya membawa ibu baru lengkap bersama ketiga anak hasil pembuahannya. Ketika sang ayah meninggal si Ibu tiri dan tiga anak gadisnya menindas si gadis kemudian menamainya Cinderella. Artinya gadis yang kotor, penuh debu dan menderita panu akut. Cinderella dipekerjakan layaknya seorang budak. Bekerja dari dini hari hingga malam dan harus tinggal di loteng yang penuh debu. Diperlakukan seperti itu, Cinderella hanya pasrah dan jongkok suram di pojokan loteng. Dia tampak emo. Sejak itu ia mengubah hair style-nya menjadi emo untuk menunjukkan seberapa sedih dan suram hidupnya.

Kemalasan Cinderella membuat penindasan ibu dan saudari-saudari tirinya menjadi lebih kejam, tapi hal ini tidak mengubah sifatnya itu. Pada suatu hari,
"Hey, Cinderella! Ini makananmu!" Kata si ibu tiri padanya. Ia membawa sepiring kacang dan roti.
"Terima kasih, Ibu." Cinderella bangkit dari pojokan loteng yang suram dan menghampiri ibu tirinya.
"Nih!" Si ibu tiri melemparkan kacang dan roti t'sebut ke tempat yang b'debu dan jauh dari tempat Cinderella b'diri. "Tuh! Mamam!! Haha.." Kata si ibu arrogantly *gila, shitnetron abitch*
Cinderella t'diam sejenak.
"Ah, malas, ah.." Meski sangat lapar, karna malas, bukan karna harga dirinya, dia tidak mau makan. Si ibu tiri ngerasa gondok.
Cinderella sebenarnya udah ga tahan lagi. Namun, tiap malam dia hanya menangis jongkok di pojokan loteng..

Pada suatu hari, ada undangan dari Pangeran yang ditujukan pada seluruh gadis di negeri tersebut, untuk menghadiri acara perayaan sunatannya yang telat abis itu. Tiga saudari Cinderella, centil b'dandan, sedangkan undangan untuk Cinderella di buang di perapian. Lagi-lagi Cinderella hanya bisa menangis jongkok, suram sendiri di pojokan loteng. Dia hanya bisa memimpikan bisa mengikuti pesta sunatan t'sebut.

Namun kita tahu, Tuhan Maha Adil. "Taraaahhh!!" Muncullah seorang fairy yang b'perawakan sexy dan b'penampakan chantique. Sang fairy masih b'gaya centil ketika Cinderella yang sedang labil menatapnya takjub. Cinderella mengamati si Fairy yang chantique, tapi dia merasa ganjil saat melihat sesuatu yang menonjol di selangkangannya.

"Ehmm.. Owhkay, transgender is so popular in fairy's world nowadays.." Si Fairy menjelaskan dengan salah tingkah. "Hey, kamu! Aku lihat dari dunia peri, kamu selalu saja sedih dan malang, bahkan di malam yang harusnya b'bahagia ini. Maka itu aku akan membantumu untuk bisa pergi ke Istana pangeran!" Si Fairy mencoba mengalihkan perhatian Cinderella yang masih merasa aneh dengan bagian selangkangan itu.
"Eehh?? Sungguh??" Cinderella girang. (Entah knapa t'baca semacam temennya tante girang)
"Tentu. Sekarang bawa kepadaku dua tikus dan seekor kadal serta sebuah labu." Jawab Fairy mangstabh.
Cinderella diam.
"Ah, malas, ah.. Kenapa musti cari bahan-bahan susah githu siih? Ah, ga profesional nih.." Katanya. Dia malas mencari bahan-bahan tersebut.

Si Fairy yang orientasi sexnya ga jelas, bengong, heran lihat ada orang yang ga mau b'usaha barang sedikit doank buat hal gedhe. Akhirnya dia yang mencari hewan-hewan t'sebut dan menyihirnya jadi sebuah kuda, seorang kusir kereta kuda, seorang penjaga dan sebuah kereta kuda. Kemudian si Fairy juga menyihir Cinderella menjadi seorang putri yang chantique dengan gaun yang ajibh banget indahnya, dilengkapi dengan sepatu kaca. Cinderella menari berputar-putar seperti kupu-kupu. Sayang, penyakit panu akutnya jadi keliatan karna gaunnya.
"Ups, maaph, maaph." Si Fairy menghilangkan panu di seluruh tubuhnya. Cinderella kembali menari b'putar-putar, salto kemudian dilanjutkan roll depan dua kali. Kali ini dia tidak lagi seperti kupu-kupu, melainkan seperti orang kerasukan atlit senam lantai.

"Cinderella, sayang, kamu harus ingat kalo semua sihir ini cuman sampai tengah malam nanti, jam 12 teng." Fairy mengingatkan. Cinderella t'diam.
"Ah, malas, ah.. Sampe jam 12 doank mah bisa apa..? Percuma lah.." Kata si Cinderella yang pesimis dan patah semangat. Sakit, rasanya pasti sakit di hati si Fairy. Mungkin rasanya seperti diperkosa anak ayam yang kecepetan puber.

Setelah dibujuk rayu dan disemangati oleh Mario Teguh, baru akhirnya si Cinderella mau pergi ke istana. Semua orang takjubh melihat Cinderella, begitu juga si Pangeran. Dia begitu chantique dan mempesona. Lalu mengalunlah lagu yang ngetop di kala itu. Lagu Pitt Bull - I Know You Want Me. (Now Playing: I Know You Want Me - Pitt Bull)
Si Pangeran pun menghampiri Cinderella sambil b'joged Funky n b'nyanyi:
"I know You want me! You know I want cha! I know You want Meee! You know I want Cha!" Kemudian si Pangeran b'lutut di hadapan Cinderella dan mengajaknya untuk menari. Cinderella t'tegun. Kemudian:
"Ah, malas ah.. Nanti capee.." Katanya sambil memasang muka malas.
"Ah, malas, ah.. Nanti Cape.."
Si pangeran kaget, sampai-sampai luka jahitan di tititnya yang habis disunat t'buka. Tak terasa, jam menunjukkan pukul 12 tengah malam. Cinderella buru-buru pergi dari sana, dia berlari menuruni tangga. Harusnya. Tapi dia malas cape, jadinya dia jalan cepet doank. Ga sengaja sepatunya lepas dan dia ga sempat ngambil.

Cinderella kembali menjadi gadis kotor yang yang penuh debu dan b'panu. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Tapi karna jauh, dia malas. Tidurlah dia di tengah jalan, sampai ditemukan oleh ibu tiri dan saudara-saudaranya dan diseret pulang..

Pangeran yang mengenali sepatu kaca yang dia temukan itu memutuskan untuk mencari Cinderella ke seantero penjuru negerinya. Ketiga saudara Cinderella dan ibu tirinya menyekap Cinderella di loteng agar tidak dapat ditemukan sang Pangeran.

"Oh, Pangeran mencariku! Aku harus bisa keluar dari sini untuk menemuinya!!" Cinderella mencoba membuka pintu yang dikunci rapat. Tapi susah. "Ah, ya udahlah. Malas. Cape!"

Akhirnya, Cinderella hidup dengan emo di loteng b'sama Fairy yang ga jelas jenis kelaminnya.

Well, nilai moral yang bisa kita ambil dari cerita mega-ngaco di atas adalah ah, malas ah.. Pikir sendiri! Hahaha!! Yang jelas: Stop just Dreaming! Start Action!! Ga peduli sebesar apa, semustahil apa, imajinasi dan impianmu, coba raihlah. Ada t'tulis, "Semua yang bisa diimpikan manusia bisa saja t'jadi". Walaupun nantinya kamu ga bener-bener dapet yang kamu impikan, yang pasti, ingat ini: Ga ada yang sia-sia dari seluruh usaha mewujudkan impianmu. Kalo kamu b'mimpi untuk bisa terbang b'sama burung, cobalah lompat dari tebing yang tinggi. Jika kamu pada akhirnya jatuh, maka jangan b'kecil hati. Semua itu tidak sia-sia. Paling tidak kamu telah merasakan rasanya jatuh bebas dari ketinggian dan koma disertai gegar otak yang menyebabkan kamu idiot. Tidak banyak orang yang bisa menceritakan pengalaman tersebut. Beritahukanlah pada dunia jika kamu masih diberi kesempatan. (Tolong kamu saring yah, yang mana dari tulisan Om yang bisa kamu ambil hikmahnya.)

Yeah, Kalo ditanya apakah Om punya impian? Tentu! Banyak dan segudang! And now, I'm still preparing things and trying to make it true! How about You? See ya!

"The Future Belong to Those Who Believe
the Beauties of Their Dreams."
by: Eleanor Roosevelt 

2 Sumpah Serapah dan Puji-pujian:

Tifanny said...

bgs om.. =)
crt nya lucu..
haha..

Si Om said...

Hehe.. Trima kasih. T'lepas dari apakah orangnya sangar atau horror, semoga crita crita dari Om cukup menghibur dan bikin perut sixpack. Hahaha..

 

Sini Sama Om © 2010

PSD to Blogger Templates by OOruc & PSDTheme by PSDThemes