Sunday, January 30, 2011

Tau Ga Sih Lo, Kalo... #2

Dengan sangat menyesal, Om musti bilang:

KALIAN GA BOLEH BACA POST INI!!

Jadi, stop sekarang jugha. Please. Please banget jangan baca. Owhgay??

Beuh.. Dibilang jangan. Masih bandel jugha. Kena dehh.. Haha..

Owhkaylah, itu tadi sbenernya sdikit intro untuk membuktikan benar atau engganya sebuah teori psikologi. And, well, nyatanya kalian yang saat ini masih membaca sampai sini, udah membuktikan sendiri. Yeah, nama teori t'sebut tak lain dan tak bukan, bukan lain-lain, apa lagi bukan-bukan, iz: Reverse Psychology. Psikologi kebalikan. *Om jelasin kalo kalian ga ngeh bahasa inggris. Hehe..*



Ini bagian dari Psikologi Terapan, di mana seseorang melakukan suatu perbuatan/perkataan dengan suatu harapan bahwa orang lain akan melakukan reaksi/aksi yang berbeda/berkebalikan dari yang dia katakan/lakukan tadi. Jadi di dalam Reverse Psychology ini ada 3 hal: Manipulasi, kepentingan dan harapan agar orang melakukan tindakan.

"Bingunggg Ooommm..". Yeah, mungkin emang lebih enak pake contoh.

Contoh pertama, udah jelas, pembuka dari post kali ini. Yang kedua, amati gambar berikut:


Maksud dari si Bapak itu adalah: "Nak, kamu tuh mbok ya skali-kali dengerin kata Bapak to yoo.. Wong Bapak udah ngomong muncrat-muncrat sampe mulut memble tapi kece gini, tetep aja kamu cuekin.. Nanti kalo kamu digithuin anakmu jugha piyee??".

Nah, mulai paham kan?

Itu jugha yang Om terapin di post: Om Jawab Suka-Suka 12: 21 Guides, How to be Unhappy!. Setiap step yang Om tulis di sana mengandung peringatan t'selubung: "Don't follow this step!". Dan mustinya seh kalian emang ga ngikutin semua itu, unless kalian emang pengen idup galau.

Owhgay, lanjut men! Om memahami, bahwa kalian, kita, siapapun dalam kehidupan ini sbenarnya sering secara alami melakukan psikologi kebalikan ini. And mnurut data yang berasal dari negeri antah berantah yang Om tau, cewek paling suka menerapkan psikologi kebalikan ini dalam kata-kata dan perbuatannya. Contoh:

Waktu itu, sebut saja namanya Bunga, gadis belia pujaan para pria desa, sedang diam, t'onggok di sudut rumahnya. Do'i seolah sedang galau dan b'harap ada yang bisa menghiburnya. Datanglah seorang pria, sebut saja  Ketan *random name*, pemuda desa ganteng nan asoy. Ketan menghampiri gadis dan b'tanya:

"Eneng! Diem aje neng! Knape Neng? Mau es neng-neng?"
Si Bunga senang skali di sapa oleh Ketan yang niscaya adalah pemenang Abang Ganteng tingkat RT pas acara 17-an. Sebenernya Bunga pingin banget mendapat perhatian dari Ketan, tetapi dirinya malu-maluin, eh, malu-malu.
"Ah, ga papa Bang. Cuman lagi ngantuk aje.." Katanya sambil senyum pahit ala shitnetron.
"Oh, githu. Okay deh. Abang caoo doloo kalo bgitu.." Katanya seraya menjetikkan tangannya ke arah si eneng Bunga. Ketan pun ngeloyor pergi. Dia t'lalu bodoh untuk tahu maksud t'selubung si Bunga. Bunga kembali galau, plus dongkol.

Nah, itu sih contoh simple yang lain. Lalu apakah Reverse Psychology ini sama dengan b'bohong? Pada dasarnya sama. Tapi mnurut Om ga jugha. Letak persamaannya adalah mereka sama-sama memanipulasi dan memiliki kepentingan. Perbedaannya? Psikologi kebalikan mempunyai maksud agar seseorang melakukan atau tidak melakukan, berpikir atau tidak berpikir sebaliknya. Kalo kebohongan, dia punya maksud yang lebih luas, seperti menyembunyikan sesuatu, dan maksud yang sama sperti psikologi kebalikan.

Nah, B'hati-hatilah kalian, karena banyak hal serupa dilakukan oleh pasangan kita saat b'kencan atau b'komunikasi. Kalo sampe kaliangagal menafsirkan ucapan or tindakan seseorang, bisa bisa hubungan jadi kacau. Uwow!

Good Luck then! :P

0 Sumpah Serapah dan Puji-pujian:

 

Sini Sama Om © 2010

PSD to Blogger Templates by OOruc & PSDTheme by PSDThemes